headerphoto

Mendiknas Resmikan Rehabilitasi Gedung SD DAK 2009

Senin, 1 Maret 2010 09:48:40 - posting : latoel
   
mendiknas10.jpgMenteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Prof. DR. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Sabtu (27/2) meresmikan rehabilitasi gedung Sekolah Dasar (SD) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2009. Peresmian ini dipusatkan di SDN Karangpranti I Pajarakan yang merupakan salah satu sekolah penerima DAK tahun anggaran 2009.
 

Peresmian rehabilitasi gedung SD ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Wakil Bupati Probolinggo Salim Qurays, S.Ag., Ketua DPRD Ahmad Badawi, Wakil Ketua DPRD H. Wahid Nurrahman, Kepala Dinas Pendidikan Supanut, Kabag Kominfo Sentot Dwi Hendriyono. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 ini diikuti oleh para kepala sekolah, komite sekolah serta pengawas sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Supanut dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meresmikan secara simbolis terselesaikannya pelaksanaan rehabilitasi 310  ruang kelas, 2 ruang UKS serta 1 paket sanitasi pada 142 sekolah dasar negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo. “Setelah peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, kegiatan akan dilanjutkan dengan peninjauan ruang kelas hasil rehabilitasi gedung SD DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2009,” ujar Supanut.

Dalam laporannya, Supanut juga menjelaskan perkembangan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Penuntasan wajib belajar (wajar) pendidikan dasar 9 tahun. Hambatan dalam usaha penuntasan wajar 9 tahun diselesaikan dengan pembukaan rintisan SD-SMP Satu Atap sejak tahun 2003. Selain itu juga rintisan penuntasan wajar pendidikan dasar 12 tahun. Kendala yang dihadapi dalam program ini diselesaikan dengan membuka SMP-SMA Satu Atap di daerah sulit.

“Saat ini sudah ada 17 SD-SMP Satu Atap dan 6 SMP-SMA Satu Atap di Kabupaten Probolinggo. Mohon supaya SMP-SMA Satu Atap ditetapkan sebagai salah satu pelayanan pendidikan formal setingkat SMA,” terang Supanut.

Selain itu, Supanut menambah untuk mewujudkan perbandingan SMK/SMA 60:40, maka Pemkab Probolinggo telah membuka 5 SMK yang masih menempel di gedung SMP. Tidak lupa Supanut juga menjelaskan perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Probolinggo. Laporan lainnya adalah mengenai peningkatan kualitas pembelajaran.

“Kami juga melaporkan pengembangan teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam pembelajaran dan administrasi pendidikan. Selain itu juga peningkatan kualitas sarana pembelajaran,” lanjut Supanut.

Tidak lupa Supanut mengusulkan supaya DAK bidang pendidikan tetap dialokasikan kepada kegiatan rehabilitasi sedang atau berat gedung sekolah. Rata-rata sekolah penerima DAK dapat melakukan pengembangan rehabilitasi ruang kelas dengan dukungan peran serta masyarakat. “Dana Rp. 210 juta  yang dialokasikan untuk rehab sedang/sedang 3 ruang kelas dapat dikembangkan pelaksanaannya untuk rehab sedang/berat 4 ruang kelas,” pungkas Supanut.

Sementara Bupati Probolinggo Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dalam sambutannya menjelaskan kegiatan peresmian SD oleh Menteri ini memiliki dua sejarah. Sebab baru pertama kalinya SD diresmikan langsung oleh Menteri. “Selain itu, peresmian gedung SD di Kabupaten Probolinggo ini merupakan kegiatan peresmian SD pertama kalinya di Indonesia yang dilakukan Pak Nuh sejak menjabat Mendiknas,” ujar Bupati Hasan.

Menurut orang nomer satu di Kabupaten Probolinggo ini, sejak tahun 2003 lalu, Pemkab Probolinggo memiliki kebijakan APBD dalam menyusun anggaran untuk 3 kepentingan prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan dan ketahanan pangan. Prioritas pembangunan tersebut telah tercantum dalam RPJMD Kabupaten Probolinggo. “Sebelum UU Pendidikan Nasional diresmikan oleh DPR RI, Kabupaten Probolinggo telah memulainya lebih dahulu. Semoga peresmian gedung SD ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua terutama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” harap Bupati Hasan.

Sedangkan Mendiknas M. Nuh dalam sambutannya berharap supaya peresmian gedung ini bisa bermanfaat dalam upaya memajukan pendidikan. Sebab gedung sekolah merupakan salah satu fasilitas dalam meningkatkan pendidikan. "Dalam meningkatkan pendidikan, harus ada komitmen dan kualitas dari kepala sekolah dan guru. Sebab jika tidak seperti itu, maka keberadaan gedung baru belum mampu memberikan makna secara optimal," ujar M. Nuh.


Menurut mantan Menkominfo ini, Kementrian Pendidikan Nasional hanya melaksanakan tugas keseharian saja. Tugas yang selalu dilakukan adalah menerima data murid-murid sekolah dan membuat kebijakan. Menurutnya, pejuang sesungguhnya ada pada seorang guru yang sehari-harinya berhadapan dengan murid. "Guru di Kabupaten Probolinggo berbeda dengan daerah lain. Guru sini tidak suka menyelesaikan masalah dengan cara demontrasi. Sebab kalau berdemo, maka tidak ada bedanya antara guru sini dengan daerah lain," jelas M. Nuh.

Tidak lupa M. Nuh juga meminta supaya pendidikan jangan dijadikan sesuatu yang dapat menambah persoalan. Jadikan pendidikan sebagai solusi dan jawaban dari sebuah persoalan. "Dunia pendidikan bukan persoalan, tetapi merupakan bagian dari sebuah jawaban," pungkas M. Nuh.

Usai memberikan sambutan M. Nuh melakukan penandatangan  prasasti, memecahkan kenci dan pengguntingan pita. Selanjutnya bersama Bupati Hasan dan Muspida Kabupaten Probolinggo, Mendiknas melakukan peninjauan ke ruang kelas yang di rehab. Dalam kesempatan tersebut, Mendiknas juga berinteraksi langsung dengan murid-murid yang sedang asyik mengikuti kegiatan belajar mengajar

 

Sumber: Probolinggokab.go.id

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya