Mendiknas Resmikan Rehabilitasi Gedung SD DAK 2009
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Prof. DR. Ir. Mohammad
Nuh, DEA, Sabtu (27/2) meresmikan rehabilitasi gedung Sekolah Dasar
(SD) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2009. Peresmian ini
dipusatkan di SDN Karangpranti I Pajarakan yang merupakan salah satu
sekolah penerima DAK tahun anggaran 2009.Peresmian rehabilitasi gedung SD ini dihadiri oleh
Bupati Probolinggo Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Wakil Bupati
Probolinggo Salim Qurays, S.Ag., Ketua DPRD Ahmad Badawi, Wakil Ketua
DPRD H. Wahid Nurrahman, Kepala Dinas Pendidikan Supanut, Kabag Kominfo
Sentot Dwi Hendriyono. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 ini diikuti
oleh para kepala sekolah, komite sekolah serta pengawas sekolah.
Kepala
Dinas Pendidikan Supanut dalam laporannya mengatakan kegiatan ini
bertujuan untuk meresmikan secara simbolis terselesaikannya pelaksanaan
rehabilitasi 310 ruang kelas, 2 ruang UKS serta 1 paket sanitasi pada
142 sekolah dasar negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo. “Setelah
peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan
pengguntingan pita, kegiatan akan dilanjutkan dengan peninjauan ruang
kelas hasil rehabilitasi gedung SD DAK bidang pendidikan tahun anggaran
2009,” ujar Supanut.
Dalam laporannya, Supanut juga menjelaskan
perkembangan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Penuntasan wajib belajar (wajar) pendidikan dasar 9 tahun. Hambatan
dalam usaha penuntasan wajar 9 tahun diselesaikan dengan pembukaan
rintisan SD-SMP Satu Atap sejak tahun 2003. Selain itu juga rintisan
penuntasan wajar pendidikan dasar 12 tahun. Kendala yang dihadapi dalam
program ini diselesaikan dengan membuka SMP-SMA Satu Atap di daerah
sulit.
“Saat ini sudah ada 17 SD-SMP Satu Atap dan 6 SMP-SMA
Satu Atap di Kabupaten Probolinggo. Mohon supaya SMP-SMA Satu Atap
ditetapkan sebagai salah satu pelayanan pendidikan formal setingkat
SMA,” terang Supanut.
Selain itu, Supanut menambah untuk
mewujudkan perbandingan SMK/SMA 60:40, maka Pemkab Probolinggo telah
membuka 5 SMK yang masih menempel di gedung SMP. Tidak lupa Supanut
juga menjelaskan perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di
Kabupaten Probolinggo. Laporan lainnya adalah mengenai peningkatan
kualitas pembelajaran.
“Kami juga melaporkan pengembangan
teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam pembelajaran dan
administrasi pendidikan. Selain itu juga peningkatan kualitas sarana
pembelajaran,” lanjut Supanut.
Tidak lupa Supanut mengusulkan
supaya DAK bidang pendidikan tetap dialokasikan kepada kegiatan
rehabilitasi sedang atau berat gedung sekolah. Rata-rata sekolah
penerima DAK dapat melakukan pengembangan rehabilitasi ruang kelas
dengan dukungan peran serta masyarakat. “Dana Rp. 210 juta yang
dialokasikan untuk rehab sedang/sedang 3 ruang kelas dapat dikembangkan
pelaksanaannya untuk rehab sedang/berat 4 ruang kelas,” pungkas Supanut.
Sementara
Bupati Probolinggo Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dalam sambutannya
menjelaskan kegiatan peresmian SD oleh Menteri ini memiliki dua
sejarah. Sebab baru pertama kalinya SD diresmikan langsung oleh
Menteri. “Selain itu, peresmian gedung SD di Kabupaten Probolinggo ini
merupakan kegiatan peresmian SD pertama kalinya di Indonesia yang
dilakukan Pak Nuh sejak menjabat Mendiknas,” ujar Bupati Hasan.
Menurut
orang nomer satu di Kabupaten Probolinggo ini, sejak tahun 2003 lalu,
Pemkab Probolinggo memiliki kebijakan APBD dalam menyusun anggaran
untuk 3 kepentingan prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan dan
ketahanan pangan. Prioritas pembangunan tersebut telah tercantum dalam
RPJMD Kabupaten Probolinggo. “Sebelum UU Pendidikan Nasional diresmikan
oleh DPR RI, Kabupaten Probolinggo telah memulainya lebih dahulu.
Semoga peresmian gedung SD ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua
terutama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo,”
harap Bupati Hasan.
Sedangkan Mendiknas M. Nuh dalam sambutannya
berharap supaya peresmian gedung ini bisa bermanfaat dalam upaya
memajukan pendidikan. Sebab gedung sekolah merupakan salah satu
fasilitas dalam meningkatkan pendidikan. "Dalam meningkatkan
pendidikan, harus ada komitmen dan kualitas dari kepala sekolah dan
guru. Sebab jika tidak seperti itu, maka keberadaan gedung baru belum
mampu memberikan makna secara optimal," ujar M. Nuh.
Menurut
mantan Menkominfo ini, Kementrian Pendidikan Nasional hanya
melaksanakan tugas keseharian saja. Tugas yang selalu dilakukan adalah
menerima data murid-murid sekolah dan membuat kebijakan. Menurutnya,
pejuang sesungguhnya ada pada seorang guru yang sehari-harinya
berhadapan dengan murid. "Guru di Kabupaten Probolinggo berbeda dengan
daerah lain. Guru sini tidak suka menyelesaikan masalah dengan cara
demontrasi. Sebab kalau berdemo, maka tidak ada bedanya antara guru
sini dengan daerah lain," jelas M. Nuh.
Tidak lupa M. Nuh juga
meminta supaya pendidikan jangan dijadikan sesuatu yang dapat menambah
persoalan. Jadikan pendidikan sebagai solusi dan jawaban dari sebuah
persoalan. "Dunia pendidikan bukan persoalan, tetapi merupakan bagian
dari sebuah jawaban," pungkas M. Nuh.
Usai memberikan sambutan
M. Nuh melakukan penandatangan prasasti, memecahkan kenci dan
pengguntingan pita. Selanjutnya bersama Bupati Hasan dan Muspida
Kabupaten Probolinggo, Mendiknas melakukan peninjauan ke ruang kelas
yang di rehab. Dalam kesempatan tersebut, Mendiknas juga berinteraksi
langsung dengan murid-murid yang sedang asyik mengikuti kegiatan
belajar mengajar
Sumber: Probolinggokab.go.id
